Warisan Sejarah Sejak 1918.
Dari nama sebuah kali kecil tempat pejuang berlindung, hingga menjadi desa mandiri yang terus berkembang melewati lebih dari satu abad perjalanan.
1918
Tahun Berdiri
Asal Usul Nama
Nama Cihambulu diambil dari nama sebuah kali kecil Cicambulu yang kini masuk wilayah Tanah Milik PTP IX Jalupang (Perkebunan Karet).
Kali tersebut dahulu menjadi tempat persembunyian para pejuang desa melawan penjajah Belanda. Untuk mengenang perjuangan itu, nama kali diabadikan sebagai nama desa.
Pembentukan Pemerintahan
Desa berdiri tahun 1918. Pemerintahan resmi dibentuk tahun 1920, dipimpin Kepala Desa pertama Bapak Jahi.
Luas awal mencapai 1.250 Ha, terbagi dalam 5 kampung: Pulo Benda, Simpang, Bakan Nangka, Bojong Sari, dan Ciomas.
Pemekaran Wilayah
Desa Cihambulu mengalami 2 kali pemekaran:
- 1985Kp. Ciomas → Desa Karang Mukti (Kec. Cipeundeuy)
- 2002Kp. Bojong Sari → Desa Balebandung Jaya
Luas wilayah kini 626,5 Ha, terdiri dari 6 dusun.
Daftar Kepala Desa (1920 – Sekarang)
| No | Periode | Nama |
|---|---|---|
| 1 | 1920–1929 | Jahi |
| 2 | 1930–1935 | H. Dulhamid |
| 3 | 1936–1941 | H. Majid |
| 4 | 1942–1950 | H. Fatah |
| 5 | 1950–1958 | H. Idris |
| 6 | 1958–1959 | Aki Ayi |
| 7 | 1959–1963 | Usup |
| 8 | 1963–1971 | Kosim Dinata |
| 9 | 1971–1976 | Surya |
| 10 | 1976–1984 | Endang Dana |
| 11 | 1984–2006 | Sunarya |
| 12 | 2006–2018 | Hasan Abdul Munir, A.Md |
| 13 | 2018–2026 | Yuska Fauzy Rosyid, S.H.Saat ini |
